RAGAM BAHASA – Akses utama yang menghubungkan Kecamatan Surade dan Tegalbuleud sempat mengalami gangguan serius setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan melintang di badan Jalan Nasional Surade–Tegalbuleud, tepatnya di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (24/5/2026).

Pohon dengan panjang diperkirakan mencapai 15 meter itu roboh dari area tebing di sekitar tanjakan Cikaso. Batang dan ranting yang menutupi seluruh badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas untuk sementara waktu. Kondisi tersebut mengakibatkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di kedua sisi jalur.

Sejumlah petugas gabungan bersama warga setempat segera melakukan penanganan di lokasi. Proses pembersihan dilakukan dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin sebelum material dipindahkan dari badan jalan. Tim yang terlibat terdiri dari unsur kepolisian, pemadam kebakaran, dan masyarakat sekitar.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, H. Odo, menjelaskan bahwa pohon tersebut berada di lereng yang memiliki kontur tanah cukup labil. Menurutnya, posisi pohon di area ketinggian menjadi faktor yang meningkatkan risiko ketika terjadi tumbang.

“Begitu roboh, pohon langsung menutup jalur nasional sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Beruntung proses penanganan dapat segera dilakukan sehingga akses jalan kembali terbuka,” ungkapnya.

Meski arus lalu lintas kini telah kembali normal, warga masih mengkhawatirkan keberadaan sisa batang dan material pohon yang masih berada di atas tebing. Kondisi tanah yang mudah bergerak saat hujan dinilai berpotensi memicu longsoran maupun jatuhnya material ke jalan raya.

Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan penanganan lanjutan di kawasan tersebut guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Jalur Surade–Tegalbuleud diketahui merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas warga, distribusi logistik, serta pergerakan ekonomi di wilayah selatan Sukabumi.

Selama proses evakuasi berlangsung, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup agar kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan pengguna jalan.

(EGOL)