SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menyikapi gangguan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD Tahun 2026 yang terjadi akibat pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Disdik Kabupaten Sukabumi mengusulkan dispensasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar peserta yang terdampak dapat mengikuti ujian susulan atau pengulangan.
Peristiwa ini mencuat setelah viralnya video seorang siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, yang menangis karena tidak dapat menyelesaikan ujian OSN berbasis daring akibat pemadaman listrik yang terjadi saat pelaksanaan ujian berlangsung. Gangguan tersebut menyebabkan jaringan internet terputus sehingga peserta tidak dapat melanjutkan ujian hingga selesai.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menjelaskan bahwa dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain yang masuk dalam wilayah layanan yang sama.
Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Cireunghas, Sukalarang, Sukaraja, dan Kebonpedes. Padamnya listrik selama beberapa jam menyebabkan layanan internet dan jaringan komunikasi mengalami gangguan sehingga pelaksanaan OSN berbasis daring tidak dapat berjalan normal.
Menurut Herdiawan, sebelum pelaksanaan OSN, Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi dan menyampaikan pemberitahuan kepada pihak terkait guna memastikan kelancaran pelaksanaan ujian. Namun, gangguan teknis yang terjadi di luar kendali menyebabkan pasokan listrik terhenti dan berdampak pada pelaksanaan kompetisi.
Saat ini, Disdik Kabupaten Sukabumi tengah melakukan pendataan terhadap seluruh peserta yang terdampak untuk selanjutnya diusulkan mendapatkan dispensasi dari Kemendikdasmen. Langkah tersebut dilakukan agar para siswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti OSN tetap memperoleh kesempatan yang adil dalam berkompetisi.
Selain mengusulkan ujian susulan, kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan ujian berbasis digital. Dinas Pendidikan menilai perlu adanya penguatan sistem pendukung di sekolah, termasuk penyediaan sumber daya cadangan dan peningkatan kesiapan infrastruktur teknologi guna mengantisipasi gangguan serupa pada masa mendatang.
Disdik Kabupaten Sukabumi berharap Kemendikdasmen dapat memberikan kebijakan yang berpihak kepada peserta terdampak sehingga hak siswa untuk mengikuti ajang kompetisi akademik tingkat nasional tetap terjamin. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan prestasi dan potensi akademiknya.
