RAGAM BAHASA– Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pelatih menembak di Surabaya menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Korban yang disebut masih berstatus anak di bawah umur dilaporkan telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Informasi mengenai dugaan kasus tersebut pertama kali ramai diperbincangkan melalui unggahan di media sosial yang memuat kronologi kejadian serta dokumen tulisan tangan yang diduga berasal dari korban. Dalam unggahan itu disebutkan adanya indikasi tindakan manipulatif atau child grooming yang diduga dilakukan pelaku dengan memanfaatkan kedekatan sebagai pelatih.

Menanggapi kabar yang beredar, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menyatakan telah menerima informasi terkait laporan tersebut.

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, membenarkan bahwa kasus dugaan pelecehan terhadap atlet anak itu telah dilaporkan dan saat ini sedang dalam proses penanganan aparat penegak hukum.

“Pelaporannya baru dilakukan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” ujarnya sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya juga mengonfirmasi bahwa laporan korban telah diterima. Penyidik saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti yang diperlukan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum dapat menyampaikan kesimpulan terkait dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena melibatkan korban anak dan terjadi di lingkungan olahraga. Sejumlah pihak mendorong agar proses hukum berjalan secara transparan serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban selama proses penanganan berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait dugaan yang disampaikan dalam laporan tersebut. Media ini akan terus memantau perkembangan kasus dan menyajikan informasi terbaru berdasarkan data serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

(NAUVAL)