RAGAM BAHASA – Perayaan kemenangan Tim Nasional Meksiko yang memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 berubah menjadi tragedi. Sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerumunan massa yang memadati pusat Kota Meksiko usai laga Meksiko kontra Ekuador.
Ratusan ribu hingga lebih dari satu juta suporter turun ke jalan untuk merayakan kemenangan bersejarah tersebut. Namun, kepadatan massa memicu insiden yang menyebabkan korban jiwa. Otoritas setempat menyebut tiga korban meninggal akibat sesak napas di tengah kerumunan, sementara satu korban lainnya meninggal setelah mengalami kondisi darurat medis.
Pengamat keselamatan publik dari National Autonomous University of Mexico (UNAM), Dr. Carlos Mendoza, mengatakan tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa euforia kemenangan olahraga harus diimbangi dengan sistem pengamanan yang matang.
“Perayaan dengan jumlah massa yang sangat besar memerlukan pengendalian arus manusia, jalur evakuasi yang jelas, serta koordinasi cepat antara petugas keamanan dan layanan kesehatan. Tanpa itu, risiko insiden fatal akan meningkat,” ujar Mendoza.
Sementara itu, pakar manajemen keramaian Laura Hernández menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh mengingat Meksiko masih akan menggelar pertandingan berikutnya di babak 16 besar.
“Evaluasi harus dilakukan sebelum laga selanjutnya. Antusiasme masyarakat diperkirakan tetap tinggi sehingga kapasitas lokasi, akses keluar-masuk, hingga kesiapan tenaga medis harus diperkuat,” katanya.
Pemerintah Kota Meksiko menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan investigasi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Aparat juga akan mengevaluasi prosedur pengamanan dalam penyelenggaraan nonton bareng maupun perayaan publik selama sisa turnamen berlangsung.
(FIKRI)
