Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus memperkuat infrastruktur pertanian dengan meningkatkan jaringan irigasi permukaan di Daerah Irigasi (DI) Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar.
Peningkatan jaringan irigasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian, khususnya memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan air menuju areal persawahan menjelang musim tanam.
Pekerjaan yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 itu dilakukan melalui pembangunan konstruksi talang beton pracetak. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuat aliran air dari sumber menuju lahan pertanian lebih lancar sekaligus mengurangi potensi kebocoran.
Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurlilah, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, kondisi jaringan irigasi yang baik akan membantu memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi ketika musim tanam berlangsung.
“Dengan pembangunan talang beton ini, aliran air dari sumber menuju sawah diharapkan dapat mengalir lebih optimal tanpa hambatan maupun kebocoran. Harapannya ketika musim tanam tiba, kebutuhan air para petani dapat terpenuhi,” ujar Lenni, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, pasokan air yang stabil sangat penting bagi keberlangsungan pertumbuhan tanaman padi. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, risiko kekeringan dapat ditekan sehingga pertumbuhan tanaman hingga masa panen dapat berlangsung lebih optimal.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan peningkatan jaringan irigasi DI Cibatu dilaksanakan oleh CV Selaras Rahayu Konstruksi berdasarkan SPK Nomor 000.3.2/03/SPK/PJIP-15/SDA/2026 tertanggal 18 Mei 2026.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp281.863.223,25 dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Para tenaga kerja yang terlibat dalam pengerjaan proyek juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Tiga Jaringan Irigasi Mendapat Penanganan
Lenni menjelaskan, perhatian terhadap infrastruktur irigasi di Kecamatan Cikembar tidak hanya diberikan kepada DI Cibatu. Pada tahun anggaran 2026, terdapat sejumlah jaringan irigasi lain yang turut mendapatkan program peningkatan.
Di antaranya DI Bojong yang berada di Desa Bojong serta DI Muara Cibodas di Desa Parakanlima.
Menurut Lenni, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan untuk lahan pertanian mereka.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati, Wakil Bupati, Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para petani di wilayah kami,” katanya.
Peningkatan jaringan irigasi diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi air, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan hasil panen. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian juga dapat ikut meningkat.
Masyarakat Diminta Ikut Merawat Irigasi
Di sisi lain, Lenni mengingatkan bahwa keberadaan infrastruktur irigasi yang telah dibangun perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawatnya.
Kelompok tani bersama masyarakat diharapkan dapat melakukan pemeliharaan secara rutin, termasuk membersihkan saluran dari sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air.
Menurutnya, perawatan secara bersama-sama penting agar talang beton dan jaringan irigasi dapat tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
“Program ini patut disyukuri karena tidak semua kecamatan mendapatkan bantuan serupa. Oleh karena itu, mari kita rawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” pungkasnya.
