KOTA SUKABUMI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi momentum lahirnya berbagai gagasan strategis untuk pembangunan daerah. Salah satunya adalah wacana pembentukan Baznas Micro Finance yang disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, sebagai upaya memperkuat pengembangan wakaf produktif di Kota Sukabumi.
Gagasan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri peringatan Harlah KNPI ke-53 yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Sukabumi di Cafe 35, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus KNPI, para senior organisasi, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah mempersiapkan program Baznas Micro Finance sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf produktif. Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi wakaf sebagai solusi berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi Bidang Pemerintah Daerah dan Kebijakan Publik, Yugo Andika Aditio atau yang akrab disapa Kang Ugo, menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif yang tengah dirancang Pemerintah Kota Sukabumi.
Menurutnya, keberhasilan program wakaf produktif tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional, melainkan membutuhkan inovasi serta kolaborasi lintas sektor agar mampu diterima dan dipercaya masyarakat.

«”Program wakaf produktif ini tidak bisa dijalankan dengan cara yang biasa. Harus dikelola secara kreatif dan kolaboratif. Wakaf produktif masih merupakan sesuatu yang relatif baru dalam kultur masyarakat Indonesia, sehingga pendekatan implementasinya juga harus berbeda dan mampu membangun kepercayaan serta partisipasi masyarakat,” ujar Kang Ugo.»
Ia menilai minat masyarakat terhadap konsep wakaf produktif sebenarnya cukup tinggi. Hal itu terlihat dari semakin seringnya isu tersebut menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan. Namun demikian, menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjadikan wakaf produktif sebagai budaya sekaligus tren sosial di Indonesia.
«”Kita melihat masyarakat sebenarnya sangat antusias terhadap konsep wakaf produktif. Perbincangannya selalu hangat. Namun harus diakui bahwa wakaf produktif belum menjadi sebuah tren di Indonesia, berbeda dengan beberapa negara yang telah berhasil membangun ekosistem wakaf produktif secara kuat. Karena itu, diperlukan proses edukasi yang panjang agar masyarakat memahami manfaatnya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan,” katanya.»
Sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi kepemudaan terhadap pembangunan daerah, DPD KNPI Kota Sukabumi berencana menginisiasi penyusunan kajian mengenai wakaf produktif dengan pendekatan yang lebih komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat.
Kajian tersebut akan disusun melalui kolaborasi bersama kalangan akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Harapannya, hasil kajian dapat menjadi referensi konstruktif bagi Pemerintah Kota Sukabumi sekaligus memperluas literasi masyarakat mengenai pentingnya wakaf produktif.
«”KNPI akan mencoba menghadirkan kajian mengenai wakaf produktif yang lebih komunikatif dan membumi. Kami ingin berkolaborasi dengan akademisi dan praktisi sehingga hasil kajian tersebut dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Kota Sukabumi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya wakaf produktif,” jelasnya.»
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, Dr. Sudar Fauzi, menegaskan bahwa KNPI merupakan rumah bersama bagi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi.
«”KNPI adalah milik kita bersama dan menjadi kendaraan berpikir kita bersama dalam menghadirkan kebaikan. Setiap ide dan gagasan dari seluruh pengurus memiliki nilai yang luar biasa untuk kemajuan organisasi maupun pembangunan Kota Sukabumi,” ungkapnya.»
Peringatan Harlah KNPI ke-53 juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi dengan hadirnya sejumlah tokoh senior KNPI Kota Sukabumi, di antaranya H. Charli Dachlan, H. Agus Santosa, H. Gundar, H. Anton, H. Salman, H. Melan, dan H. Komen. Para senior menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Dr. Sudar Fauzi agar KNPI Kota Sukabumi terus berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang progresif, inklusif, dan mampu melahirkan gagasan strategis bagi kemajuan daerah.
Peringatan Harlah KNPI ke-53 ditutup dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, akademisi, praktisi, dan berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem wakaf produktif yang kuat sebagai salah satu solusi inovatif untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Sukabumi.
