Sukabumi – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus melakukan pendataan terhadap ijazah milik warga yang ikut terbakar dalam musibah kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Pendataan dilakukan melalui masing-masing satuan pendidikan yang berada di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa proses pendataan ijazah yang hilang atau terbakar masih berlangsung. Pihak sekolah melakukan pendataan terhadap warga yang dokumen pendidikannya ikut musnah dalam peristiwa tersebut.
Menurut Deden, data yang berhasil dihimpun oleh satuan pendidikan nantinya akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk memproses penerbitan dokumen pengganti ijazah bagi warga yang terdampak.
Proses penerbitan tersebut diawali dengan pendataan oleh sekolah masing-masing. Setelah data dan keterangan dari sekolah dinyatakan lengkap, Dinas Pendidikan akan menggunakannya sebagai dasar untuk menerbitkan surat pengganti ijazah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran sehingga mereka tetap memiliki bukti administratif atas pendidikan yang telah ditempuh.
Deden memastikan proses pendataan dilakukan oleh satuan pendidikan masing-masing, khususnya sekolah dasar yang berada di wilayah tersebut. Data dari sekolah nantinya menjadi bagian penting dalam proses penerbitan dokumen pengganti.
Kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya terjadi pada Sabtu siang, 25 Juli 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 50 rumah warga dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.
Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan Imah Gede Kasepuhan yang merupakan bangunan utama di kawasan kampung adat. Sebanyak 49 leuit atau lumbung padi serta sejumlah fasilitas umum lainnya juga ikut terdampak dan terbakar.
Musibah tersebut menyebabkan 52 kepala keluarga atau sekitar 160 jiwa terdampak. Warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga berbagai dokumen penting yang tersimpan di rumah, termasuk dokumen pendidikan berupa ijazah.
Pendataan ijazah menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu warga memperoleh kembali dokumen pendidikan yang hilang akibat kebakaran. Dengan adanya data dari satuan pendidikan, proses penerbitan surat pengganti ijazah diharapkan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun mengakibatkan kerugian material yang cukup besar dan berdampak terhadap puluhan keluarga, peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap proses pendataan dapat segera diselesaikan sehingga warga yang kehilangan ijazah dapat memperoleh dokumen pengganti dan kembali memiliki bukti administrasi pendidikan yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan.
