Sukabumi – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kembali Jembatan Leuwidingding yang berada di Kampung Leuwidingding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas sekaligus memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan jembatan.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, turut menghadiri acara ramah tamah bersama Kaskoarmada RI Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo, S.E., M.Si., di Hotel Horison Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian persiapan menjelang peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan kembali Jembatan Leuwidingding yang dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026).
Menurut Sendi, pembangunan kembali jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung, tetapi juga menjadi akses vital yang menunjang berbagai aktivitas warga.
“Disperkim Kabupaten Sukabumi tentu mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jembatan ini diharapkan dapat memperkuat akses dan konektivitas warga,” ujar Sendi.
Ia menjelaskan, keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Selain mempermudah akses warga, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu mendorong perkembangan kawasan serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pembangunan Jembatan Leuwidingding sendiri merupakan bentuk kolaborasi sejumlah pihak. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersinergi dengan TNI Angkatan Laut, masyarakat, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, serta CT Arsa Foundation dalam merealisasikan pembangunan tersebut.
Jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambruk itu direncanakan kembali dibangun dengan panjang sekitar 89 meter dan lebar 1,5 meter. Kehadirannya diharapkan dapat kembali membuka akses masyarakat antara wilayah Jampangtengah dan Gunungguruh.
Bagi masyarakat, jembatan tersebut memiliki peranan penting karena menjadi akses menuju berbagai fasilitas dan aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial hingga aktivitas perekonomian.
Sendi menegaskan, Disperkim Kabupaten Sukabumi siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI maupun pihak lainnya agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan Jembatan Leuwidingding dapat berlangsung lancar hingga selesai. Setelah nantinya dapat digunakan, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga dan memelihara fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan dibangunnya kembali Jembatan Leuwidingding, masyarakat di wilayah Jampangtengah dan sekitarnya diharapkan memperoleh akses transportasi yang lebih mudah, aman, serta mampu menunjang peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi.
Acara ramah tamah tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Dandim 0607 Kota Sukabumi, Kepala DPTR, Kalak BPBD, Kabag Kesra, serta Camat Jampangtengah.
