RAGAM BAHASA – Seorang perempuan berusia 50 tahun meninggal dunia setelah diduga terserempet Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi-Bogor di wilayah Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).
Korban diketahui bernama Een Suhaeni (50), warga Kampung Kamandoran RT 04/10, Desa Karangtengah. Perempuan tersebut sehari-hari diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di sekitar jalur rel Kampung Kamandoran RT 01/10, Desa Karangtengah.
Kepala Dusun setempat, Ferdi, menjelaskan sebelum kejadian KA Pangrango berangkat dari Stasiun Sukabumi menuju arah Bogor sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kereta melintas di kawasan Karangtengah menuju Stasiun Cibadak, korban berada di sekitar jalur rel.
“Korban saat itu diduga sedang mengambil air bersih di sekitar lokasi. Diduga korban tidak menyadari adanya kereta yang akan melintas,” ujar Ferdi.
Menurutnya, ketika kereta mulai mendekat, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan menghindari jalur kereta. Namun jarak antara korban dan kereta sudah terlalu dekat.
Korban kemudian diduga terserempet KA Pangrango hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke arah dinding perlintasan dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 15 meter.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada sejumlah pihak. Pemerintah Desa Karangtengah, Babinsa Koramil 0607-11/Cibadak, Polsek Cibadak, serta Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak kemudian mendatangi lokasi.
Proses penanganan dan evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan dan warga sekitar. Sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Polsek Cibadak, P2BK Cibadak, P2BK Nagrak, Satpol PP Kecamatan Cibadak, Koramil Cibadak, Damkar Posko V Cibadak, perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat.
Setelah dilakukan proses evakuasi, korban berhasil dievakuasi dari lokasi sekitar pukul 11.40 WIB. Jenazah kemudian dibawa menggunakan mobil jenazah Kodim 0607/Kota Sukabumi menuju RSUD Sekarwangi untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat. Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan jalur rel, terutama di kawasan yang tidak memiliki perlintasan resmi.
(Egol)
