SUKABUMI – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Sukabumi menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di sejumlah destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengimbau wisatawan tidak panik, namun tetap menerapkan langkah pencegahan selama kondisi udara terdampak sebaran abu vulkanik.

“Wisatawan tetap dapat beraktivitas, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Gunakan masker, lindungi mata, dan ikuti arahan petugas maupun pengelola destinasi wisata,” ujar Ali, Senin (7/9/2026).

Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan mencapai sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi. Masyarakat dan wisatawan juga diingatkan untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.

Ali meminta wisatawan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi abu vulkanik terlihat cukup pekat. Penggunaan masker dan pelindung mata disarankan untuk mengurangi risiko paparan abu.

Wisatawan yang menggunakan kendaraan juga diminta meningkatkan kehati-hatian. Sebaran abu vulkanik berpotensi mengganggu jarak pandang serta membuat permukaan jalan menjadi lebih licin.

“Kalau kondisi abu cukup pekat, sebaiknya aktivitas luar ruangan dibatasi. Jangan memaksakan diri dan selalu perhatikan kondisi di sekitar,” katanya.

Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta wisatawan yang memiliki gangguan pernapasan.

Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas, batuk, maupun iritasi mata, wisatawan diminta segera menuju lokasi yang aman dan mendapatkan pertolongan medis.

Selain menjaga kondisi fisik, wisatawan juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan situasi sebaiknya dipantau melalui kanal resmi pemerintah serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Menurut Ali, kewaspadaan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan pariwisata tetap berlangsung dengan aman di tengah kondisi alam yang dinamis.

“Kami mengajak wisatawan tetap tenang, waspada, dan disiplin mengikuti informasi resmi. Keselamatan wisatawan adalah yang utama,” tegas Ali.