SUKABUMI – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi dari sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, pendapatan retribusi dari enam destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mencapai Rp624.339.000.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah. Pasalnya, penerimaan hingga Mei 2026 telah mendekati total pendapatan retribusi dari enam destinasi wisata sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp675.687.000.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, penerimaan hingga akhir Mei 2026 telah mencapai sekitar 92,4 persen dari total pendapatan retribusi sepanjang 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. Di sisi lain, capaian tersebut juga menjadi indikator meningkatnya aktivitas kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi yang dikelola pemerintah daerah.
Peningkatan penerimaan retribusi turut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan maupun sistem pengelolaan penerimaan.
Dorong Digitalisasi Tiket Wisata
Salah satu langkah yang terus dikembangkan adalah penerapan e-ticketing dan sistem pembayaran digital di destinasi wisata.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam memperoleh tiket, mempercepat proses pelayanan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan retribusi.
Penguatan tata kelola dinilai penting agar peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak terhadap pendapatan daerah, tetapi juga berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga terus mendorong pengembangan destinasi wisata agar semakin tertata, aman, nyaman, dan berkualitas.
Optimalisasi potensi pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi Pendapatan Asli Daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Dengan capaian hingga Mei 2026 tersebut, sektor pariwisata diharapkan semakin mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Penguatan pengelolaan destinasi, digitalisasi pelayanan, dan peningkatan kualitas layanan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pariwisata Sukabumi yang maju, tertata, nyaman, transparan, dan berkualitas.
