SUKABUMI – Ambruknya ruang kelas SDN Bihbul di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk mengusulkan perbaikan dan revitalisasi bangunan sekolah. Upaya tersebut dilakukan agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Ruang kelas 5 dan 6 SDN Bihbul dilaporkan ambruk pada Rabu, 23 September 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Akibat kejadian itu, aktivitas pembelajaran di sekolah sempat dihentikan sementara.

Sehari setelah kejadian, Kamis, 24 September 2026, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bersama Kapolres Sukabumi, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta unsur Muspika Ciemas mendatangi sekolah untuk meninjau kondisi bangunan sekaligus menemui para siswa dan pihak sekolah.

Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi, mengatakan pihaknya akan mendorong agar penanganan bangunan sekolah dapat diakomodasi melalui anggaran perubahan maupun program revitalisasi sekolah.

“Jadi dari Dinas Pendidikan sesuai dengan penugasan dari pimpinan, kami mendorong perbaikan sekolah ini bisa diakomodir di anggaran perubahan, dan masuk dalam program revitalisasi,” ujar Cecep saat meninjau SDN Bihbul, Kamis (24/9/2026).

Menurut Cecep, pihaknya juga melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan penanganan, baik berupa rehabilitasi bangunan maupun pembangunan ruang kelas baru (RKB). Pendataan tersebut akan disesuaikan dengan data pokok pendidikan (Dapodik).

“Hari ini saya bersama rekan-rekan dinas pendidikan melakukan pengecekan kebutuhan. Baik kebutuhan yang RKB dan rehab. Biar disinkronkan nanti dengan data Dapodik,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan perbaikan di SDN Bihbul tidak hanya terbatas pada ruang kelas yang ambruk. Sejumlah bagian bangunan lainnya juga perlu diperiksa untuk menentukan penanganan yang dibutuhkan.

Cecep turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi dan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ujang Abdurrohim Rochmi, yang dikenal dengan sapaan Dewan Batman, atas perhatian dan komitmen membantu penanganan sekolah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Kapolres dan Dewan Batman,” pungkasnya.

Kapolres dan DPRD Tinjau Kondisi Sekolah

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Sukabumi bersama jajaran, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Kapolsek Ciemas, unsur Muspika Ciemas, serta sejumlah tokoh masyarakat turut melihat langsung kondisi SDN Bihbul setelah ruang kelasnya ambruk.

Selain meninjau bangunan, Kapolres Benny Cahyadi menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pihak sekolah, komite, dan warga sekitar. Ia juga mentraktir sejumlah siswa di dua warung atau kantin yang berada di sekitar sekolah.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu turut membahas kondisi bangunan dan kebutuhan penanganan ruang kelas yang rusak.

Ketua Komite SDN Bihbul, Ade Hidayat, mengapresiasi kunjungan berbagai pihak tersebut. Ia berharap perhatian dan komitmen yang disampaikan dapat membantu mempercepat pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk.

“Hari ini kedatangan Pak Kapolres Sukabumi, Pak Dewan Batman, dan Muspika. Alhamdulillah, Pak Kapolres ada niat baik untuk membantu membangun ruang kelas yang ambruk,” ujar Ade.

Pembelajaran Siswa Diatur Ulang

Kepala SDN Bihbul, Elih Haryati, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 123 siswa. Kerusakan ruang kelas membuat pihak sekolah harus menata ulang penggunaan ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.

“Jumlah siswa 123. Kelas yang ambruk itu ruang kelas 6, sekarang disatukan dengan kelas 4. Kemudian kelas 2 digabung dengan kelas 3,” kata Elih.

Ia menambahkan, ruang kelas 2 untuk sementara dikosongkan karena terdampak kondisi bangunan. Pihak sekolah pun menyampaikan terima kasih atas perhatian Dinas Pendidikan, Kapolres, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat yang datang langsung meninjau lokasi.

Kunjungan pada Kamis, 24 September 2026, tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat penanganan SDN Bihbul. Dinas Pendidikan akan menyelaraskan data kebutuhan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru sebagai dasar pengusulan program perbaikan.

Penanganan tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi ruang belajar dan mendukung kegiatan pendidikan di SDN Bihbul agar berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan layak.