SUKABUMI – Ruang kelas 6 SDN Bihbul di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Rabu, 23 September 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa yang terjadi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai itu membuat wali murid meminta pemerintah daerah segera melakukan penanganan terhadap bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

Beruntung, tidak ada siswa yang berada di dalam ruangan saat bangunan ambruk. Namun, kejadian tersebut turut berdampak pada sejumlah fasilitas sekolah, termasuk kantor, MCK, dan gudang arsip.

Selain ruang kelas 6 yang ambruk, ruang kelas 5 juga dinilai berisiko mengalami kejadian serupa. Sejumlah fasilitas lainnya pun berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Demi menjaga keselamatan, ruang kelas 5 telah lebih dahulu dikosongkan.

Salah seorang wali murid, Apandi (53), warga Kampung Cipaon, Desa Tamanjaya, menduga kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk menjadi salah satu penyebab ambruknya ruang kelas tersebut.

“Yang ambruk ruangan kelas 6 tadi pagi, tapi ambruknya ruangan kelas itu efeknya ke ruangan kantor, MCK para murid, dan gudang arsip. Kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum murid masuk,” ujar Apandi dalam video yang diterima Sukabumiupdate.com.

Menurut Apandi, kerusakan juga terlihat pada bagian kantor sekolah. Plafon mengalami pecah dan retak, sedangkan sejumlah bagian lantai keramik mengalami kerusakan.

“Selain ruangan kelas, efek ambruknya ke kantor. Plafonnya pecah, belah, kemudian keramiknya juga anjlok,” katanya.

Kegiatan Belajar Siswa Terganggu

Ambruknya ruang kelas 6 berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar, terutama bagi siswa kelas 6 yang kehilangan ruang belajar. Agar pembelajaran tetap berlangsung, pihak sekolah terpaksa memindahkan mereka ke ruangan lain.

“Ini mengganggu kegiatan belajar anak, apalagi ini ruangan kelas 6. Tidak bisa difungsikan, akhirnya guru memindahkan siswa ke kelas lain supaya kegiatan belajar tetap berjalan. Kelas 6 dipindah ke ruangan kelas 4,” ungkap Apandi.

Kondisi tersebut menambah kebutuhan penataan ruang belajar di SDN Bihbul. Pihak sekolah harus menyesuaikan penggunaan ruangan yang masih dapat difungsikan, sementara beberapa bagian bangunan perlu mendapat perhatian demi keamanan siswa dan tenaga pendidik.

Wali Murid Minta Perbaikan Segera

Apandi berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan segera turun tangan menangani kerusakan bangunan SDN Bihbul. Ia meminta agar kebutuhan perbaikan dapat diperjuangkan melalui anggaran perubahan, mengingat kerusakan tersebut telah mengganggu kenyamanan dan kelancaran proses pembelajaran.

“Intinya saya atas nama wali murid SDN Bihbul memohon kepada Pak Kadis Pendidikan dan Pak Bupati supaya ada perhatian khusus, terutama untuk anggaran perubahan sekarang. Karena kegiatan belajar anak terganggu,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan DPRD Kabupaten Sukabumi agar penanganan sekolah tersebut dapat segera direalisasikan.

“Kami juga mendorong dan memohon bantuan kepada Pak Dewan, khususnya Pak Haji Batman, supaya bisa membantu kondisi sekolah ini,” tutur Apandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan harapan agar kejadian ambruknya bangunan SDN Bihbul dapat dikategorikan sebagai bencana. Dengan demikian, proses penanganan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat.

“Mudah-mudahan masuk kategori bencana, bisa lebih cepat,” ujar Deden.

Wali murid berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk memastikan bangunan sekolah aman digunakan. Penanganan yang cepat dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar di SDN Bihbul dapat berlangsung dengan lebih aman dan layak bagi seluruh siswa.