Sukabumi – Pengembangan pariwisata berbasis lingkungan terus menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sukabumi. Salah satu kawasan yang menyimpan potensi tersebut adalah hutan mangrove di Pantai Cikadal, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, yang berpeluang menjadi destinasi wisata edukasi sekaligus sarana pelestarian ekosistem pesisir.
Upaya pengembangan kawasan tersebut mulai diarahkan melalui program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) yang mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini tidak hanya berfokus pada upaya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pemanfaatan kawasan mangrove sebagai daya tarik wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa program Desa Mandiri Peduli Mangrove merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta fungsi mangrove di wilayah pesisir.
“Hari ini ada program yang disebut dengan Desa Mandiri Peduli Mangrove dari Kementerian Lingkungan Hidup, mewujudkan kesadaran sekaligus juga kepedulian warga terhadap fungsi dan peran mangrove untuk menjaga lingkungan,” kata Ali, dikutip dari unggahan akun Instagram Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/10/2026).
Jalur Tracking Mangrove Buka Peluang Wisata Edukasi
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan mangrove Pantai Cikadal adalah penyediaan jalur tracking. Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung menyusuri kawasan bakau sambil mengenal lebih jauh fungsi dan manfaat ekosistem mangrove bagi kelestarian lingkungan pesisir.
Menurut Ali Iskandar, keberadaan mangrove tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan alam, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang dapat memperkuat sektor pariwisata Desa Mandrajaya.
“Karena mangrove atau kemudian kita kenal dengan bakau, tidak hanya sebagai alat konservasi di mana kemudian bumi bisa menghasilkan oksigen, tetapi lebih daripada itu juga mangrove bisa menjadi daya tarik wisata khususnya di Desa Mandrajaya,” ujarnya.
Melalui keberadaan jalur tracking tersebut, kawasan mangrove diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati suasana alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai peran mangrove dalam menjaga ekosistem, mendukung keberlangsungan lingkungan pesisir, serta membantu mempertahankan keseimbangan alam.
Pengembangan wisata mangrove ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan konsep pariwisata berbasis konservasi kepada masyarakat luas. Dengan demikian, kegiatan wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Didukung Potensi Pantai dan Geowisata
Desa Mandrajaya memiliki beragam potensi wisata alam yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di Kecamatan Ciemas. Selain Pantai Cikadal dan kawasan mangrovenya, terdapat pula sejumlah objek geowisata di wilayah tersebut dan sekitarnya, di antaranya Pulau Kunti, Pulau Mandra, Batu Punggung Naga, serta Batu Batik.
Keberadaan berbagai destinasi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik wisata di kawasan Ciemas. Wisata mangrove dapat menjadi pilihan tambahan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif mengenai lingkungan.
Kombinasi antara wisata pantai, geowisata, dan kawasan mangrove berpotensi memperkaya pilihan aktivitas wisata di Kabupaten Sukabumi. Namun, pengembangan berbagai potensi tersebut perlu dilakukan secara terencana dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan fungsi konservasi kawasan.
Pengelolaan yang tepat menjadi hal penting agar aktivitas pariwisata tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun mengurangi manfaat ekologis hutan mangrove bagi wilayah pesisir.
Pemberdayaan Masyarakat Jadi Faktor Penting
Pengembangan kawasan mangrove Pantai Cikadal juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat setempat. Pemberdayaan warga menjadi salah satu aspek penting agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Selain keterlibatan masyarakat, peningkatan aksesibilitas menuju lokasi dan penyediaan amenitas atau fasilitas penunjang wisata juga perlu diperhatikan. Ketersediaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pengelolaan destinasi secara lebih optimal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memastikan pengembangan kawasan mangrove dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, kawasan mangrove Pantai Cikadal diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik tanpa mengesampingkan aspek perlindungan lingkungan.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, keberadaan mangrove di Desa Mandrajaya berpotensi memberikan manfaat ganda bagi Kabupaten Sukabumi, yakni menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
