RAGAM BAHASA – Guncangan gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan pendataan sementara BPBD, sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan dengan total 61 jiwa dari 19 kepala keluarga (KK) terdampak.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan, dampak gempa tersebar di dua desa, yakni Desa Tugubandung dan Desa Kabandungan. Informasi tersebut disampaikan oleh Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, pada Jumat (16/10/2026).
Di Desa Tugubandung, kerusakan ditemukan di Kampung Kaladi, RT 002 RW 006. Dua rumah warga yang terdampak diketahui milik Ari Wahyudi (25) dan Ace (45).
Rumah milik Ari dihuni oleh satu keluarga dengan tiga orang anggota, sementara rumah milik Ace ditempati enam jiwa dalam satu kepala keluarga.
Sementara itu, dampak lebih banyak tercatat di Desa Kabandungan. Sebanyak 17 rumah di Kampung Cipanas, tepatnya di wilayah RT 017, 018, dan 019 RW 007, dilaporkan mengalami kerusakan. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 17 KK dengan jumlah keseluruhan 52 jiwa.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kerusakan berupa retakan pada dinding rumah permanen. Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan ringan di beberapa bagian bangunan, terutama pada area dapur dan kamar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak. Langkah ini dilakukan guna mengetahui kondisi bangunan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascagempa.
Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Selain melakukan asesmen, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan setelah terjadinya gempa.
BPBD menyatakan, hingga laporan sementara disusun, tidak ada warga yang harus meninggalkan rumah atau mengungsi akibat kejadian tersebut.
Adapun kebutuhan mendesak yang telah teridentifikasi berupa material bangunan untuk mendukung perbaikan rumah yang mengalami kerusakan. Sementara itu, nilai kerugian akibat gempa masih dalam proses pengkajian oleh petugas terkait.
Pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang sesuai bagi warga terdampak.
(Egol)
