RAGAM BAHASA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menewaskan empat orang. Tragedi ini mendapat sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, yang mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Alex menilai karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta mengancam kelestarian flora dan fauna.

“Karhutla sudah tak lagi merusak kesehatan, tapi juga telah memaksa seorang orang tua kehilangan anaknya. Seorang anak kehilangan ayah,” kata Alex, Jumat (16/10/2026).

Ia juga menyoroti kebakaran hutan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Sumatera. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pernyataan atau slogan, melainkan harus disertai tindakan nyata dan cepat.

Alex meminta pemerintah membuka data perusahaan yang diduga berkaitan dengan peristiwa karhutla. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar di masyarakat, termasuk di media sosial, dapat ditindaklanjuti secara transparan dan berdasarkan fakta.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung penanganan serta pengawasan kebakaran hutan dan lahan.

Alex menyampaikan belasungkawa kepada para korban karhutla, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka dan gangguan kesehatan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi korban meninggal terbaru bernama Hendra Rony Wagiyanata. Sebelumnya, Hendra sempat menjalani perawatan di RSUD Tongas bersama dua korban luka bakar lainnya.

Tiga korban meninggal lainnya yakni Sukaris (55), yang diketahui merupakan petugas TNBTS, serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), yang disebut sebagai petugas keamanan hotel.

Dengan bertambahnya korban tersebut, total empat orang meninggal dunia dalam peristiwa karhutla di kawasan Bromo. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penguatan pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan kebakaran hutan secara serius.

(Noval)