SUKABUMI – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh satuan pendidikan. Kepala Disdik Sukabumi, Deden Sumpena, menekankan agar pihak sekolah tidak membebani siswa dengan pekerjaan rumah (PR) yang berlebihan selama masa libur semester ganjil.
Langkah ini diambil merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 14 Tahun 2025. Deden meminta seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan aturan ini secara konsisten demi menjaga kualitas liburan anak-anak.
“Libur adalah hak anak. Jangan sampai masa libur justru berubah menjadi tekanan akibat banyaknya tugas,” tegas Deden Sumpena.
Tujuan Kebijakan “Libur Tanpa PR”
Menurut Deden, ada beberapa alasan krusial di balik pelarangan pemberian PR yang menumpuk, antara lain:
-
Kesehatan Mental dan Fisik: Memastikan murid dapat menikmati waktu istirahat secara proporsional.
-
Mencegah Ketergantungan Gawai: Mengurangi durasi penggunaan gawai (gadget) yang sering kali meningkat saat mengerjakan tugas digital.
-
Menghindari Beban Biaya: Mencegah timbulnya biaya tambahan bagi orang tua untuk keperluan pengerjaan tugas selama liburan.
-
Kualitas Keluarga: Mendorong orang tua agar memanfaatkan waktu libur sebagai quality time untuk mempererat ikatan dengan anak.
Keamanan Sekolah dan Mitigasi Bencana
Selain fokus pada tugas murid, Disdik Sukabumi juga mengeluarkan beberapa imbauan tambahan terkait operasional sekolah selama liburan:
-
Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB): Mengingat Sukabumi merupakan wilayah rawan bencana, sekolah diminta memperkuat edukasi mitigasi kepada warga sekolah.
-
Penjagaan Aset: Sekolah diinstruksikan untuk menyusun jadwal piket bergilir guna memastikan keamanan gedung dan fasilitas pendidikan selama dikosongkan.
-
Kanal Komunikasi: Sekolah tetap harus membuka jalur komunikasi bagi orang tua atau wali murid jika terdapat informasi penting atau darurat.
“Mari kita jalankan masa libur ini secara tertib, penuh tanggung jawab, dan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi murid,” tutup Deden.
