RAGAM BAHASA— Bandara Internasional Dubai (DXB) kembali mengukuhkan posisinya sebagai bandara tersibuk di dunia untuk rute internasional sepanjang 2025. Otoritas bandara mencatat total 95,2 juta penumpang melintasi terminalnya, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional bandara tersebut.

Lonjakan trafik ini didorong oleh pulihnya minat perjalanan global serta pertumbuhan pesat sektor pariwisata, bisnis, dan properti di Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam laporan terbaru, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Dubai sepanjang tahun lalu meningkat 5 persen menjadi 19,6 juta orang—angka tertinggi dalam tiga tahun berturut-turut.

Bandara yang menjadi hub utama maskapai Emirates ini kini melayani 108 maskapai dengan koneksi ke 291 kota di 110 negara. CEO Dubai Airports, Paul Griffiths, menyebut capaian tersebut sebagai standar operasional baru, bukan lagi sekadar pencapaian sesaat.

Secara historis, pertumbuhan jumlah penumpang DXB terus menunjukkan tren positif. Pada 2024 tercatat 92,3 juta penumpang, naik dari 86,9 juta pada 2023. Bahkan, angka 2025 melampaui capaian pra-pandemi tahun 2019 yang berada di level 86,3 juta penumpang, serta rekor sebelumnya pada 2018 sebesar 89,1 juta penumpang.

Dari sisi rute, India masih menjadi pasar terbesar dengan 11,9 juta penumpang. Disusul Arab Saudi sebanyak 7,5 juta penumpang dan Inggris dengan 6,3 juta penumpang.

Namun, pertumbuhan yang masif juga menghadirkan tantangan. Kepadatan lalu lintas dan meningkatnya biaya hidup mulai menjadi sorotan di tengah derasnya arus wisatawan dan ekspatriat yang datang.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah Dubai berencana memusatkan seluruh operasional penerbangan ke Bandara Internasional Al Maktoum. Bandara yang berlokasi sekitar 45 kilometer dari pusat kota itu dirancang memiliki kapasitas jauh lebih besar guna mengakomodasi pertumbuhan trafik udara di masa mendatang.

Dengan performa impresif tersebut, Dubai semakin mengukuhkan diri sebagai simpul utama penerbangan global sekaligus magnet perjalanan internasional.

(EGOL)