RAGAM BAHASA— Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (9/4) dini hari menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Hingga Kamis pagi, tercatat sebanyak 79 rumah di Pulau Adonara dilaporkan terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Yohanes Koten, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Data sementara yang dihimpun hingga pukul 08.30 WITA menunjukkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.

“Tim kami masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan. Sejauh ini terdapat 79 rumah warga yang mengalami kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat,” kata Yohanes, Kamis (9/4).

Ia menyebutkan wilayah yang mengalami dampak paling signifikan berada di Desa Terong dan Desa Lamahala, Pulau Adonara. Selain rumah warga, pihaknya juga tengah mengecek kemungkinan adanya kerusakan fasilitas umum.

“Fokus kami saat ini memastikan kondisi warga, serta mendata kebutuhan darurat apabila diperlukan bantuan logistik,” ujarnya.

BPBD Flores Timur juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta tidak panik namun tetap memperhatikan kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

“Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tutupnya.

(FIKRI)