RAGAM BAHASA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) , yang meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Setelah meninggal dunia, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, untuk disemayamkan dan disalatkan oleh keluarga serta kerabat.
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga, sahabat, dan sejumlah tokoh berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Jenazah disalatkan usai salat Magrib sebelum menjalani rangkaian prosesi penghormatan militer.
Melalui akun resmi media sosialnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa dan mengenang sosok Ryamizard sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
“Dedikasi, keteguhan, serta kontribusinya dalam memperkuat sistem pertahanan negara menjadi bagian dari warisan pengabdian yang akan terus dikenang,” demikian pernyataan Kemhan.
Rencananya, pada Senin (1/6/2026), jenazah almarhum akan dibawa ke Kementerian Pertahanan untuk disemayamkan sebelum dimakamkan secara militer di .
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu tokoh penting di lingkungan TNI. Selain pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), ia juga dipercaya menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014–2019.
Kepergian Ryamizard meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kalangan militer, serta masyarakat yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(NOVAL)
