RAGAM BAHASA – Banjir yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, masih menyisakan dampak bagi ribuan warga. Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir serta jebolnya sejumlah tanggul menyebabkan permukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum terendam.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengatakan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan BPBD Luwu Utara untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Tim gabungan terus melakukan pendataan dan distribusi bantuan. Prioritas kami saat ini adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan logistik, serta percepatan penanganan di lokasi terdampak,” kata Amson dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sejumlah wilayah masih tergenang meski debit air di beberapa titik mulai berangsur surut. Petugas juga terus memantau potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara, Saleh Abdullah, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, perlengkapan tidur, dan kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak maupun yang mengungsi.

“Kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Posko pengungsian juga terus dipantau untuk menjamin layanan kesehatan dan kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat. Sejumlah akses jalan sempat terputus akibat genangan air dan luapan sungai.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda bencana lainnya.

Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, serta relawan masih disiagakan di sejumlah titik untuk membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan pasca banjir.

(FIKRI)