RAGAM BAHASA– Aksi vandalisme kembali menimpa Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Tanah Abang-Rangkasbitung. Sebuah rangkaian KRL Green Line mengalami kerusakan setelah dilempar benda oleh orang tak dikenal, menyebabkan kaca jendela kereta pecah dan retak.
Peristiwa tersebut terjadi saat KRL Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1790 sedang melayani perjalanan dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung. Akibat insiden itu, kaca jendela pada kereta keempat dari bagian depan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi Indonesia (Instran), Deddy Hermawan, menilai aksi pelemparan terhadap kereta merupakan tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan penumpang maupun petugas kereta.
“Pelemparan terhadap kereta bukan sekadar vandalisme biasa. Tindakan ini berpotensi menyebabkan luka serius bagi penumpang apabila pecahan kaca mengenai mereka. Karena itu, pelaku harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Deddy saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, perlu ada peningkatan pengawasan di titik-titik yang selama ini rawan terjadi aksi pelemparan, termasuk melibatkan masyarakat sekitar jalur rel untuk menjaga keamanan perjalanan kereta.
“Edukasi kepada warga yang tinggal di sekitar lintasan kereta juga penting dilakukan secara berkelanjutan. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pengguna Kereta Jabodetabek, Rina Kurniasih, menyayangkan masih terjadinya aksi vandalisme terhadap moda transportasi publik yang setiap hari digunakan jutaan masyarakat.
“KRL merupakan fasilitas umum yang harus dijaga bersama. Tindakan pelemparan seperti ini merugikan banyak pihak, mulai dari operator hingga para pengguna yang mengandalkan kereta untuk beraktivitas,” kata Rina.
Ia berharap aparat penegak hukum bersama operator kereta dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan langkah pencegahan di sepanjang jalur operasional.
Akibat kejadian tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian yang terdampak guna memastikan kondisi kereta tetap aman untuk dioperasikan. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut, namun kerusakan pada kaca jendela menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan perjalanan kereta.
(FIKRI)
