SUKABUMI – Di balik viralnya video seorang siswi SD Negeri Gandasoli yang menangis akibat terhentinya pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) karena pemadaman listrik, tersimpan kisah perjuangan dan cita-cita besar yang menginspirasi. Nadya Putrinda Paramitha, siswi asal Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, mengaku memiliki impian menjadi seorang diplomat dan menjadikan ajang OSN sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan prestasi akademiknya.

Bagi Nadya, mengikuti OSN bukan hanya sekadar berkompetisi. Ia ingin memberikan kebanggaan bagi kedua orang tuanya, sekolah, serta para guru yang selama ini membimbing dan mendukung proses belajarnya.

Keinginan tersebut diwujudkan melalui persiapan yang matang. Selama berbulan-bulan, Nadya mengikuti pembinaan dan belajar secara intensif untuk menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional tersebut. Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani pembinaan sejak awal tahun 2026, dan Nadya termasuk salah satu siswa yang menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri.

Namun perjuangan tersebut mendapat ujian ketika pelaksanaan OSN mata pelajaran IPS memasuki sesi terakhir. Saat peserta tengah mengerjakan soal, sistem sempat mengalami gangguan sebelum akhirnya terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan pelaksanaan ujian berbasis daring tidak dapat dilanjutkan.

Menurut pengawas, gangguan diawali dengan sistem yang mengalami kendala teknis seperti layar yang tidak merespons dan peserta yang harus melakukan login ulang. Tidak lama kemudian, listrik padam dan seluruh aktivitas ujian terhenti.

Saat kejadian berlangsung, Nadya mengaku awalnya tidak terlalu khawatir karena mengira pemadaman hanya berlangsung sesaat. Namun seiring berjalannya waktu dan sisa waktu ujian yang terus berkurang, rasa cemas mulai muncul karena ia menyadari kesempatan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan terancam hilang.

Pada saat gangguan terjadi, Nadya telah menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal yang harus dikerjakan. Meski merasa kecewa, ia berusaha menerima keadaan dan tetap menunggu keputusan dari panitia penyelenggara mengenai kemungkinan pelaksanaan ujian susulan.

Sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Nadya mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Semangatnya untuk terus belajar dan meraih cita-cita menjadi diplomat menjadi inspirasi bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan keteguhan dan optimisme.

Peristiwa yang dialaminya juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang saat ini tengah mengupayakan pengajuan dispensasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat memperoleh kesempatan mengikuti ujian susulan.

Meski sempat dihadapkan pada situasi yang tidak diharapkan, Nadya tetap berkomitmen untuk terus berprestasi dan mengejar impiannya. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk terus berjuang, belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan-kesempatan yang lebih besar di masa depan.