SUKABUMI – Upaya pencarian terhadap Fadlan Alfharizi (5), bocah yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cicatih, Kampung Babakan Gobang, RT 01 RW 05, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban ditemukan di aliran Sungai Cicatih dengan jarak sekitar 500 meter dari titik lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban berada. Fadlan pertama kali terlihat oleh warga yang kemudian segera melaporkan temuannya kepada tim gabungan untuk dilakukan proses evakuasi.
Rescue Diver, M Idris Mandala, mengatakan korban dilaporkan hilang sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat (3/7/2026). Setelah menerima informasi tersebut, warga berkoordinasi dengan aparat setempat dan mulai melakukan pencarian pada sore hari bersama personel BPBD, Damkar, Polri, serta aparatur pemerintah desa.

“Korban dilaporkan hilang sekitar jam 12 siang. Warga kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat dan mulai melakukan pencarian pada sore hari bersama warga, BPBD, Damkar, polisi, dan aparatur setempat,” ujarnya.
Menurut Idris, karena korban baru beberapa saat dilaporkan hilang, pencarian pada hari pertama difokuskan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban tersangkut di sepanjang aliran sungai.

“Karena belum lama hilang, pencarian difokuskan pada titik-titik yang dimungkinkan korban tersangkut,” katanya.
Ia menambahkan, operasi pencarian pada hari kedua berlangsung lancar dengan kendala yang relatif minim. Kondisi arus maupun debit air Sungai Cicatih saat proses pencarian juga berada dalam keadaan normal sehingga memudahkan tim melakukan penyisiran.
“Untuk pencarian tadi alhamdulillah berjalan lancar dan kendalanya relatif minim. Arus dan debit air di lokasi juga normal,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, sekitar 50 hingga 80 personel dari berbagai unsur terlibat, belum termasuk warga yang turut membantu proses pencarian.
“Alhamdulillah banyak unsur yang bergabung. Mungkin sekitar 50 sampai 80 orang yang terlibat, belum ditambah masyarakat,” ungkap Idris.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa.
“Tetap berhati-hati dan utamakan keselamatan. Jika ada anak kecil bermain di sungai, sebaiknya diawasi atau ditemani. Selain itu, sungai sewaktu-waktu bisa membawa banjir bandang dari arah hulu. Bagi yang tidak bisa berenang, sebaiknya menjauhi area sungai,” pungkasnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi berakhir. Selanjutnya jenazah dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan menjalani penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
