RAGAM BAHASA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap aman meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau kondisi cuaca dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Pemprov DKI bersama PAM Jaya dan perangkat daerah lainnya telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi penurunan pasokan air di wilayah tertentu. Kami juga terus memantau daerah yang berpotensi mengalami gangguan distribusi,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Selain memastikan distribusi air bersih berjalan normal, BPBD juga menyiapkan skema bantuan air bersih menggunakan mobil tangki apabila ditemukan wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat dampak musim kemarau.

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kapasitas produksi dan jaringan distribusi air bersih masih dalam kondisi aman. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan air akan terus dijaga selama musim kemarau berlangsung.

“Kami terus memantau debit sumber air baku dan mengoptimalkan sistem distribusi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan maksimal. Sejauh ini kondisi masih terkendali,” kata Arief.

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta menghindari pemborosan, terutama saat memasuki puncak musim kemarau. Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan air, dan masyarakat dapat menjaga ketahanan pasokan air bersih hingga musim kemarau berakhir.

(FIKRI)