RAGAM BAHASA – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor sejak awal Juni 2026 terus berdampak pada kehidupan masyarakat. Sedikitnya 17 desa di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih, sehingga ribuan warga harus mengandalkan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Asep Wahyudin, meminta Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat distribusi air bersih sekaligus menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.
“Kami mendorong pemerintah daerah agar penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara merata dan berkelanjutan. Selain penanganan darurat, perlu ada solusi permanen seperti pembangunan sumur bor, embung, maupun peningkatan jaringan air bersih di wilayah rawan kekeringan,” ujar Asep Wahyudin, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, PDAM, serta pemerintah desa sangat diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia agar pasokan tidak semakin menipis.
Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini terus melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap. Warga berharap distribusi bantuan dapat berlangsung rutin hingga kondisi kembali normal dan hujan mulai turun di wilayah tersebut.
(FIKRI)
