SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong sektor agrowisata dan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Pengembangan dua sektor tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat dinas jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Kecamatan Cikembar, Senin (20/7/2026).

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, sektor pariwisata dan pertanian menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang terus didorong pemerintah daerah. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Harapannya, melalui Hari Jadi Kabupaten Sukabumi dapat mengangkat potensi yang dan menyejahterakan masyarakat. Terutama pariwisata dan pertanian yang akan terus kita maksimalkan,” ujar Asep.

Logo Hari Jadi Gambarkan Potensi Alam Sukabumi

Semangat pengembangan sektor agrowisata dan pariwisata juga tercermin dalam logo Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 yang diluncurkan pada momentum rapat dinas tersebut.

Logo tersebut memuat sejumlah ornamen yang menggambarkan kekayaan alam Kabupaten Sukabumi, di antaranya padi, gunung, dan pantai.

Menurut Asep, berbagai elemen yang terdapat dalam logo bukan sekadar simbol, tetapi merepresentasikan potensi sekaligus arah pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.

“Logo yang diluncurkan memiliki banyak makna luar biasa. Hal itu menggambarkan harapan ke depan untuk Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengangkat berbagai potensi daerah yang memiliki nilai ekonomi.

Evaluasi Pembangunan dan Percepatan PAD

Selain membahas pengembangan sektor pariwisata dan pertanian, rapat dinas tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah serta berbagai target pembangunan yang harus segera diselesaikan.

Asep mengatakan, sejumlah persoalan yang membutuhkan tindak lanjut menjadi bagian dari pembahasan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan sesuai target.

“Berbagai hal yang harus segera diselesaikan, kami bahas dalam rapat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menekankan pentingnya soliditas dan koordinasi antarperangkat daerah dalam mewujudkan target pembangunan. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai program berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan.

Andreas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan pembenahan dengan target mewujudkan kondisi daerah yang semakin baik menuju 2030.

“Kami concern dalam pembenahan agar Sukabumi semakin baik di 2030 nanti. Maka dari itu, kolaborasi hingga sinergitas harus terus digalakan agar semua berjalan sesuai koridor,” jelasnya.

Selain pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Andreas juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi para pekerja di Kabupaten Sukabumi.

Ia mendorong agar pekerja, termasuk tenaga yang bekerja pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memperoleh perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, perangkat daerah terkait perlu melakukan pemantauan agar para pekerja mendapatkan jaminan sosial sebagaimana mestinya.

“Target realisasi pendapatan mari kita maksimalkan. Termasuk taraf kesehatan masyarakat. Salah satunya kami mendorong SPPG agar mendapatkan pekerjanya terdaftar di BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Perangkat daerah dapat memonitornya agar semua bisa terealisasi,” pungkas Andreas.

Dengan penguatan sektor pertanian, agrowisata, dan pariwisata yang dibarengi peningkatan perlindungan tenaga kerja serta sinergi antarperangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pertumbuhan ekonomi dapat semakin dirasakan masyarakat secara luas.