RAGAM BAHASA – Sebanyak 172 pendaki Gunung Semeru dievakuasi dari kawasan pendakian menyusul kebakaran yang terjadi di Blok Ranu Kembang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Para pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo diminta untuk segera turun sebagai langkah antisipasi. Evakuasi dilakukan meskipun lokasi Ranu Kumbolo dengan titik kebakaran di Blok Ranu Kembang memiliki jarak yang cukup jauh.

Petugas mengambil langkah tersebut untuk memastikan keselamatan para pendaki dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan apabila kebakaran meluas atau kondisi di kawasan gunung berubah.

Koordinator Lapangan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Edy Santoso, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi jalur dan keselamatan pendaki.

“Seluruh pendaki yang berada di Ranu Kumbolo kami arahkan untuk turun. Ini merupakan langkah antisipasi karena kondisi kebakaran masih dalam penanganan,” ujar Edy.

Menurutnya, petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran di Blok Ranu Kembang. Tim gabungan dikerahkan untuk memastikan api tidak semakin meluas ke kawasan lain.

Edy menambahkan, keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi tersebut. Petugas di lapangan juga memberikan arahan kepada pendaki agar mengikuti jalur evakuasi dan instruksi yang telah ditentukan.

Dengan dievakuasinya 172 pendaki dari Ranu Kumbolo, diharapkan seluruh proses penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih aman tanpa menimbulkan korban jiwa.

(FIKRI)