RAGAM BAHASA– Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Cikidang-Palabuhanratu, tepatnya di turunan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel terjun ke jurang hingga menyebabkan sopirnya meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 18.10 WIB. Truk dengan nomor polisi B 9286 EQA itu diketahui melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu.

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat mengatakan, kecelakaan bermula saat truk melintasi jalan lurus dengan kondisi menurun.

Diduga, sistem pengereman truk tidak berfungsi dengan baik sehingga kendaraan kehilangan kendali.

“Diduga rem tidak berfungsi dengan baik sewaktu melintasi jalan lurus menurun. Kendaraan hilang kendali ke sebelah kiri jalan lalu langsung terperosok ke dalam jurang,” ujar Abdurrohman dalam keterangan tertulis.

Truk kemudian keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 35 hingga 40 meter. Kendaraan mengalami benturan keras setelah masuk ke dasar jurang.

Akibat kecelakaan tersebut, sopir bernama Farid (28) mengalami luka parah. Korban mengalami jejas pada bagian perut, patah kaki kanan, serta luka robek pada kaki.

Meski sempat mendapat penanganan, nyawa Farid tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam kecelakaan tersebut.

Sementara itu, seorang penumpang bernama Irham Maulana (18) berhasil selamat. Ia hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki kanan.

Farid dan Irham diketahui merupakan warga asal Madura yang sementara berdomisili di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Keduanya sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Petugas Evakuasi Korban dan Truk

Sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, serta mengamankan lokasi kecelakaan.

Proses evakuasi juga dilakukan terhadap kendaraan yang terperosok ke dalam jurang.

Kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Sementara kerugian materiil akibat kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelidikan adalah kondisi sistem pengereman truk sebelum kecelakaan terjadi.

(NOVAL)