RAGAM BAHASA – Sebuah truk boks pengangkut kebutuhan pokok mengalami kecelakaan di ruas jalan kawasan Hutan Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kendaraan bernomor polisi B 9964 SXS tersebut sebelumnya melaju dari arah Tamanjaya menuju wilayah Desa Mekarsakti dan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Truk diketahui membawa sejumlah barang kebutuhan pokok yang rencananya akan didistribusikan ke beberapa toko di wilayah kawasan Geopark Ciletuh.

Peristiwa kecelakaan terjadi ketika kendaraan melintasi ruas jalan provinsi Waluran–Tamanjaya–Palangpang yang berada di kawasan Hutan Cipeucang. Kondisi jalan dengan kontur tanjakan, turunan, serta tikungan diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengemudi mengendalikan kendaraan.

Mandor Jalan Tamanjaya–Palangpang, Edi, mengatakan berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga dipicu oleh gangguan pada sistem pengereman truk.

“Diduga rem blong saat kendaraan melintasi jalur belokan dan turunan,” ujar Edi, Senin (7/9/2026).

Setelah kejadian, sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi. Personel Polsek Ciemas bersama petugas jalan dari Bina Marga melakukan penanganan awal serta membantu proses pengamanan di sekitar lokasi kecelakaan.

Petugas juga turut membantu mengevakuasi muatan sembako yang berada di dalam kendaraan untuk mencegah terjadinya gangguan maupun kerusakan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di dalam truk terdapat dua orang, yakni seorang sopir dan kernet. Keduanya dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka yang mengancam jiwa.

Hingga sore hari, kendaraan tersebut masih berada di lokasi dan belum berhasil dievakuasi. Proses penanganan masih berlangsung, sementara penyebab pasti kecelakaan akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Pengguna jalan yang melintas di jalur Waluran–Tamanjaya–Palangpang diimbau meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem pengereman, mengingat jalur tersebut memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan yang cukup ekstrem.

(Egol)