SUKABUMI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mengimbau wisatawan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar aktivitas masyarakat, khususnya wisatawan yang tengah berlibur di berbagai destinasi wisata, tetap berlangsung dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan.
Dinas Pariwisata mengajak wisatawan dan masyarakat tetap tenang serta tidak panik. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama apabila kondisi sebaran abu vulkanik semakin pekat.
Saat beraktivitas di luar ruangan, wisatawan disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan dan mata.
Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi apabila intensitas abu semakin pekat. Wisatawan yang menggunakan kendaraan dianjurkan menutup rapat pintu dan jendela selama perjalanan.
Pengendara juga diminta meningkatkan kehati-hatian karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi membuat permukaan jalan menjadi lebih licin.
Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Perlindungan ekstra diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Apabila kondisi kesehatan terganggu, masyarakat diimbau segera mencari tempat yang lebih aman dan mendapatkan penanganan medis bila diperlukan.
Selain memperhatikan kondisi kesehatan, wisatawan juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan maupun pengelola destinasi wisata.
Apabila terdapat kebijakan pembatasan aktivitas atau penutupan sementara kawasan wisata demi keselamatan, masyarakat diharapkan mematuhi arahan tersebut.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk memantau perkembangan situasi melalui kanal informasi resmi. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar wisatawan tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman sekaligus mencegah kepanikan akibat beredarnya informasi yang tidak jelas sumbernya.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi, dan mematuhi arahan petugas, keselamatan wisatawan maupun masyarakat di tengah kondisi sebaran abu vulkanik diharapkan tetap terjaga.
