Sukabumi – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi kembali menindaklanjuti kondisi ruas Jalan Leuwiliang-Bojongtipar di Kedusunan Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, yang menjadi sorotan masyarakat.

Ruas jalan kabupaten sepanjang 350 meter tersebut kembali mendapat perhatian setelah warga menemukan sejumlah titik lapisan aspal yang ditumbuhi rumput liar.

Menanggapi laporan tersebut, Dinas PU Kabupaten Sukabumi memastikan pekerjaan dengan nilai sekitar Rp374 juta yang dikerjakan CV Byan Karya itu masih dalam masa pemeliharaan. Dengan demikian, penyedia jasa masih memiliki kewajiban untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan atau kekurangan pada hasil pekerjaan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengatakan pihaknya telah meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera menyampaikan instruksi kepada penyedia jasa agar melakukan pemeliharaan dan perbaikan di lokasi.

“Karena masih dalam masa pemeliharaan, PPK sudah memerintahkan pihak penyedia untuk segera melakukan pemeliharaan dan perbaikan kembali. Nanti kalau sudah ada penanganan di lapangan akan kami infokan kembali,” ujar Uus kepada sukabumiupdate.com, Rabu (30/9/2026).

Uus menilai laporan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu pengawasan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, masukan dari warga dapat menjadi bahan evaluasi agar hasil pembangunan memiliki kualitas dan daya tahan sesuai harapan.

“Hatur nuhun (terima kasih) informasinya, ini sangat bermanfaat bagi Dinas PU untuk terus menghadirkan kualitas infrastruktur yang diharapkan bagi kita semua,” katanya.

Sebelumnya, proyek pengaspalan ruas jalan tersebut juga sempat dikeluhkan warga. Lapisan aspal yang baru dikerjakan dinilai terlalu lembek dan mudah mengelupas.

Temuan tersebut kemudian diketahui Dinas PU saat melakukan pengecekan berkala sebelum pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan. Atas temuan itu, pelaksana proyek diminta melakukan penambalan ulang pada bagian jalan yang mengalami masalah.

Namun, setelah dilakukan perbaikan, persoalan lain kembali muncul. Sejumlah titik pada badan jalan justru terlihat ditumbuhi rumput liar yang menembus lapisan aspal.

Salah seorang warga setempat berinisial DG mengatakan kondisi tersebut cukup janggal karena rumput tumbuh di bagian badan jalan yang lokasinya tidak berdekatan dengan tepi jalan.

“Awalnya memang dikeluhkan karena aspalnya lembek dan gampang mengelupas. Setelah diperbaiki lagi, eh sekarang malah tumbuh rumput di tengah aspal. Jaraknya sekitar 1 meter dari bahu jalan. Kalau ditotal dari beberapa titik yang ditumbuhi rumput, ada sekitar 4 sampai 5 meteran,” ungkapnya.