Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Demokrat Badri Suhendi soal seruan ogah bayar pajak. | Foto: Istimewa

RAGAMBAHASA.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari fraksi Demokrat Badri Suhendi mengaku prihatin atas adanya peristiwa rumah ambruk di Kampung Cimapag, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Hal itu menurut Badri merupakan suatu pukulan untuk semua pihak baik jajaran pemerintahan tingkat desa, kecamatan, daerah serta semua pihak terkait lainnya, pasalnya masih banyak warga kategori miskin yang perlu mendapat perhatian serius.

Badri mengatakan, peristiwa ambruknya rumah pasangan suami istri Hamid (45) dan Oyat (52) benar benar harus menjadi perhatian yang sangat serius dan harus dilakukan secara berkesinambungan dan bersinergi antara pemerintah Desa Kecamatan pemerintah kabupaten Sukabumi.

“Sehingga persoalan persoalan kedepan akan lebih teratasi dengan baik. Tentu langkah pemerintah daerah melalui atau dinas terkait segera mengambil langkah-langkah memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya ambruk itu,” jelasnya.

“Walaupun memang kita ketahui bahwa pemerintah daerah sudah banyak melakukan program anggaran terkait dengan pembangunan rumah tidak layak huni, tetapi memang perlu kita sadari bahwa jumlah penduduk Sukabumi juga bukan sedikit,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata Badri lagi faktor lain yang menjadi kesulitan yakni kemampuan daya beli masyarakat terus menurun membuat pendapatan per bulannya sangat masih jauh dari harapan, sehingga tentu ini menjadi kendala sulitnya untuk membangun rumah.

“Saya berharap dan mengajak semua teman anggota dewan, pemerintah daerah agar ke depan kita harus lebih meningkatkan anggaran anggaran untuk membantu masyarakat yang miskin, seperti halnya untuk pembangunan rumah tidak layak huni,” paparnya.

Masih kata Badri dengan harapan yang ingin dicapai dari peningkatan anggaran anggaran untuk program rutilahu yakni agar segera bisa teratasi dengan baik, lebih banyak membantu merehab rumah masyarakat lebih banyak.

“Semoga segera diatasi dan dibangunkan kembali, dengan adanya peristiwa itu kita tidak bisa menyalakan salah satu pihak, tapi kedepan perlu ada pemantuan, monitoring, pendataan dan sebagainya agar lebih terorganisir, sehingga persoalan yang ada di lingkungan bisa terdeteksi, bisa diketahui secara baik dan cermat,” terangnya.

“Intinya kita harus bisa dan mampu mengantarkan program anggaran yang lebih banyak lagi yang lebih besar lagi, Insya Allah kita bisa mengatasi dengan baik persoalan itu,” tandasnya.