RAGAM BAHASA – Tawuran antar pelajar kembali terjadi di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/5/2026) sore. Dua siswa SMK Pertanian mengalami luka akibat dibacok sekelompok pelajar yang diduga berasal dari sekolah lain.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di kawasan Kelurahan Cibadak, tepatnya di sekitar depan RS DKH hingga ruas jalan dekat Leuwigoong. Saat kejadian, para korban diketahui tengah dalam perjalanan pulang sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok pelaku datang menggunakan sejumlah sepeda motor dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Situasi di lokasi sempat membuat warga panik.

Salah seorang saksi berinisial F mengatakan dirinya sempat dikejar oleh rombongan pelaku saat melintas bersama teman-temannya.

“Saya lagi pulang bertiga naik motor. Tiba-tiba ada rombongan pelajar mendekat dan mepet motor saya sambil mengeluarkan senjata tajam. Saya langsung kabur karena takut,” ujar F saat ditemui di RSUD Sekarwangi Cibadak.

Menurut F, setelah melarikan diri dirinya memilih menuju arah Palabuhanratu untuk menghindari kelompok pelaku yang masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, salah satu korban berinisial R (17), siswa kelas XI asal Kecamatan Parungkuda, mengaku diserang secara tiba-tiba saat hendak pulang.

“Saya mau pulang, tiba-tiba ada rombongan pelajar datang lalu langsung menyerang dan membacok saya. Saya sempat lari menyelamatkan diri,” kata R.

Korban lainnya berinisial S (16), siswa kelas X asal Kecamatan Cikidang. Keduanya diketahui merupakan siswa SMK Pertanian.

Babinsa Kelurahan Cibadak, Serma Aprias Supriyatna, membenarkan adanya aksi pembacokan tersebut. Ia mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan warga.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dan membantu mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Aprias.

Akibat serangan itu, korban S mengalami luka cukup serius hingga harus mendapatkan 17 jahitan. Sedangkan korban R masih menjalani pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tawuran pelajar tersebut. Polisi juga tengah memburu para pelaku serta mendalami motif penyerangan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan antar pelajar di wilayah Sukabumi. Warga berharap pihak sekolah, orang tua, dan aparat dapat memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

(NOVAL)