RAGAMBAHASA.com || Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha geram atas terjadinya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum kepala sekolah SD di Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.

Ia menyebut, apa yang dilakukan kepala sekolah tersebut merupakan perbuatan bejat dan tidak bisa ditolerir.

Lebih dari itu, Eka menyatakan perbuatan oknum kepala sekolah tersebut telah mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Terkait dengan sanksi hukum, Eka menjelaskan bahwa kasus pelecehan tersebut saat ini sedang ditangani pihak kepolisian, ia pun menyerahkan semua penanganan kasusnya ke aparat penegak hukum.

Adapun terkait pelaku yang statusnya sebagai kepala sekolah, kata Eka, sambil menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian, saat ini pihak dinas pendidikan sudah mengambil langkah untuk mengganti yang bersangkutan dengan mengajukan Pelaksana tugas (Plt) ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi.

“Surat pengajuan Plt sudah dikirimkan ke BKPSDM Kabupaten Sukabumi tanggal 9 Februari 2024,” ujarnya kepada Selasa (13/2/2024).

Selanjutnya, Eka berharap kedepan tidak terjadi hal serupa menimpa dunia pendidikan Sukabumi. “Apapun bentuknya, kekerasan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

 

 

Sebelumnya, polisi menangkap E (54 tahun) seorang Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi. E ditangkap karena diduga melecehkan belasan siswinya ketika berada di sekolah.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri membenarkan penangkapan E. Kata dia, E saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan dan ditahan.

E ditangkap oleh Tim dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi di rumahnya pada Jumat 9 Februari 2024 sekitar pukul 04.00 WIB.

“Tersangka E telah dilakukan pemeriksaan dan sudah ditahan,” ujar Ali  Minggu (11/2/2024).