Sukabumi – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, meminta pemerintah daerah bersikap serius dan konsisten dalam menangani persoalan sampah yang terus berulang di Pantai Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Tumpukan sampah, terutama berupa kain dan kayu, dinilai telah mencoreng citra pariwisata Sukabumi yang dikenal sebagai kawasan Geopark dengan kekuatan utama di sektor pesisir pantai.

Hamzah menegaskan, persoalan sampah yang menggunung dari Pantai Talanca hingga Pantai Cibutun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menelusuri secara serius sumber sampah tersebut agar penanganannya tidak hanya bersifat sementara. Pernyataan itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Senin (6/1/2025).

Menurut Hamzah, selain menelusuri asal-usul sampah kain yang terus bermunculan, pemda juga perlu melakukan langkah teknis untuk mencegah sampah dari aliran Sungai Cimandiri agar tidak sampai ke pesisir pantai. Ia menyebut penggunaan alat seperti trash barrier, jaring, atau boom apung dapat menjadi solusi konkret untuk menahan sampah sebelum mencemari kawasan pantai.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan peraturan daerah secara tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Penindakan yang konsisten, menurutnya, dapat menjadi upaya jangka pendek sekaligus jangka panjang agar masyarakat maupun pihak tertentu tidak lagi membuang sampah tanpa tanggung jawab.

Terkait temuan sampah kain yang diduga berasal dari sisa produksi pabrik, Hamzah meminta adanya penelusuran yang akurat dan berbasis data. Ia menilai perlu dipastikan apakah sampah tersebut benar berasal dari limbah industri garmen atau sumber lain. Meski secara geografis kawasan industri garmen berada cukup jauh dari pesisir, Hamzah menegaskan hal itu tetap harus ditelusuri secara menyeluruh.

Ia menyatakan DPRD siap mengawal langkah pemerintah daerah untuk mengecek langsung ke mana sisa produksi industri dibuang, guna memastikan sumber sampah kain tersebut. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi.