SUKABUMI – Warga Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kepala di sebuah sungai kecil atau solokan Curug Darismin, Kampung Cikeresek RT 020/005, Kamis (8/1/2026) malam.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang warga setempat yang tengah berburu ikan dengan cara ngobor menggunakan senter lampu yang dipasang di kepala. Saat menyusuri aliran solokan sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya dikejutkan dengan keberadaan jasad manusia dalam kondisi telungkup di atas bebatuan.
Kepala Desa Purwasedar, Defi Susandi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak desa menerima laporan warga sekitar pukul 21.00 WIB.
Kami menerima informasi sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian langsung berkoordinasi dengan Polsek Ciracap, Puskesmas Ciracap, P2BK, serta unsur kecamatan untuk melakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Defi.
Setelah dilakukan pengecekan, kata Defi, ternyata benar ditemukan sesosok mayat yang sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak telungkup di atas bebatuan dan air solokan, tanpa kepala.
“Sekitar pukul 02.00 WIB, sudah masuk hari Jumat, mayat berhasil dievakuasi. Dari pemeriksaan medis Puskesmas Ciracap, diperkirakan sudah meninggal sekitar tujuh hari atau 10 hari ,” jelasnya.
Defi menambahkan, dirinya langsung membawa jenazah tersebut menggunakan ambulans Puskesmas Ciracap menuju Polres Sukabumi di Palabuhanratu.
“Saya sendiri yang membawa mayat ke Polres Sukabumi di Palabuhanratu. Selanjutnya oleh petugas kepolisian dibawa ke RS Setukpa Polri Kota Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan otopsi,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak Desa Purwasedar belum menerima laporan dari warga terkait kehilangan anggota keluarga. “Sampai sekarang belum ada warga kami yang melaporkan kehilangan keluarga,” kata Defi
Terpisah, Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia memastikan jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Benar, saat ini akan dilakukan otopsi di RS Setukpa Polri untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian,” singkat AKP Taufick.
