RAGAMBAHASA.com || Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mengimbau seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Imbauan ini dikeluarkan seiring meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif guna menghadapi kondisi darurat yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.

“Kami mengingatkan kepada setiap sekolah bahwa dalam kondisi tertentu, pelaksanaan KBM dapat bersifat situasional,” kata Herdiawan saat dihubungi, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, proses pendidikan tetap harus berjalan, namun pelaksanaannya perlu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing wilayah. Meski demikian, faktor keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.

“Dalam situasi apa pun, keselamatan peserta didik adalah yang paling utama. Oleh karena itu, sekolah dapat menerapkan berbagai alternatif pembelajaran, seperti pembelajaran daring atau belajar dari rumah,” jelasnya.

Herdiawan menambahkan, satuan pendidikan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku, namun diberikan keleluasaan untuk melakukan penyesuaian secara mandiri sesuai kebutuhan dan kondisi darurat. Penyesuaian tersebut difokuskan pada materi esensial yang dinilai relevan.

“Penyesuaian bisa diarahkan pada penguatan aspek psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, edukasi mitigasi bencana, serta peningkatan literasi dan numerasi,” pungkasnya.