Sukabumi – Pantai selatan Sukabumi, termasuk kawasan Ujunggenteng dan Cibuaya, kembali menjadi perhatian global berkat kombinasi pesona alam dan kegiatan konservasi lingkungan yang melibatkan relawan dari berbagai negara.
Fatimah Sania (27), perwakilan Pos Pantau sekaligus Pemuda Pelopor Jawa Barat 2025 bidang lingkungan, sumber daya alam, dan pariwisata, menyampaikan bahwa setiap tahun kawasan pesisir ini rutin dikunjungi volunteer internasional. Mereka tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi aktif dalam rehabilitasi ekosistem laut, seperti penanaman dan transplantasi terumbu karang. Relawan berasal dari negara seperti Italia, Inggris, dan Australia, sekaligus mempromosikan potensi wisata Sukabumi melalui media sosial masing-masing, sehingga menjadi duta wisata secara tidak langsung.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan relawan asing merupakan kunci menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi partisipasi wisatawan asing dan menekankan pentingnya transplantasi terumbu karang untuk mengembalikan fungsi ekosistem bawah laut, meningkatkan populasi biota laut, dan memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Ali menambahkan, kegiatan konservasi ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menarik wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Dengan meningkatnya partisipasi dan kunjungan, sektor pariwisata Sukabumi dapat berkembang sekaligus mendorong kesejahteraan warga setempat.
