RAGAM BAHASA-Meski kondisi ekonomi nasional sepanjang 2025 diwarnai tantangan dan fluktuasi daya beli, PT Federal International Finance (FIF) tetap menunjukkan kinerja impresif. Anak usaha dari Astra International ini berhasil menutup tahun buku 2025 dengan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun.
Direktur Keuangan PT Federal International Finance (FIF), Rina Prasetyo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi penyaluran pembiayaan yang selektif serta penguatan manajemen risiko.
“Di tengah situasi ekonomi yang dinamis, kami tetap fokus menjaga kualitas pembiayaan dan memperluas akses layanan kepada masyarakat. Hasilnya, kinerja perseroan tetap solid dengan pertumbuhan laba yang sehat,” ujar Rina dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pembiayaan di sektor sepeda motor, multiguna, serta pembiayaan syariah yang terus menunjukkan tren positif. Selain itu, transformasi digital yang dilakukan perusahaan turut berkontribusi pada efisiensi operasional.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Budi Santoso, menilai capaian FIF mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solusi pembiayaan yang fleksibel.
“Di tengah tekanan ekonomi, pembiayaan justru menjadi penopang konsumsi rumah tangga. Laba Rp4,63 triliun menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko kredit,” jelas Budi.
Ia menambahkan, perusahaan pembiayaan yang berada di bawah grup besar seperti Astra memiliki keunggulan dari sisi tata kelola dan permodalan, sehingga lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.
Ke depan, FIF menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perusahaan juga berkomitmen memperluas inklusi keuangan melalui inovasi layanan digital dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan capaian tersebut, FIF menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
(FIKRI)
