Sukabumi – Kondisi bangunan SMPN 3 Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, memprihatinkan setelah mengalami kerusakan selama kurang lebih empat tahun tanpa perbaikan menyeluruh.

Sejumlah ruang kelas dilaporkan dalam kondisi tidak layak, dengan atap yang nyaris ambruk serta dinding yang terlihat miring. Demi menjaga aktivitas belajar tetap berjalan, pihak sekolah terpaksa melakukan penyanggaan sederhana dan tetap menggunakan ruangan tersebut.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zetta Nusantara Putra, mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut hampir seluruh ruang kelas di sekolah itu berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Kerusakan sudah terjadi sekitar empat tahun lalu dan hampir semua ruangan kelas kondisinya memprihatinkan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Zetta, usulan perbaikan sebenarnya telah beberapa kali diajukan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga perbaikan belum bisa direalisasikan hingga saat ini.

Ia menjelaskan, harapan perbaikan kini bergantung pada program revitalisasi (revit) dari pemerintah. Meski demikian, waktu pelaksanaannya belum dapat dipastikan.

“Harapannya dari anggaran revitalisasi, tetapi kapan direalisasikan masih belum diketahui,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Pabuaran, Dedi Harja, menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa yang setiap hari menggunakan ruang kelas dalam kondisi tidak ideal.

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius agar perbaikan dapat segera dilakukan dan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan aman.

“Kami khawatir terhadap keselamatan siswa, sehingga sangat berharap ada langkah nyata untuk perbaikan,” ungkapnya.