Sukabumi – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi merespons cepat kondisi jembatan melintir di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, yang sempat viral karena ditopang bambu dari dasar Sungai Cimahi.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan survei sejak Januari 2026, jauh sebelum kondisi jembatan tersebut ramai diperbincangkan publik.

“Jembatan yang viral kemarin itu sebetulnya sudah kami survei sejak bulan Januari. Bersama pemerintah desa, kami sudah melihat langsung kondisinya dan kepala desa juga sudah mengajukan penanganan kepada pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, setelah viral di media sosial, pemerintah daerah langsung merespons cepat. Bahkan, Asep Japar turut memberikan perhatian khusus agar penanganan segera dilakukan.

“Begitu muncul informasi dan viral, kami langsung mendapat arahan dari Pak Bupati untuk segera melakukan intervensi,” ungkapnya.

Terkait rencana penanganan, Sendi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah desa, termasuk terkait kemungkinan pemindahan lokasi jembatan.

“Dari informasi di lapangan, ada rencana pemindahan lokasi. Sebelumnya, pemerintah desa melalui dana desa juga sudah sempat memindahkan di beberapa titik, meskipun cukup jauh. Hari ini masih dirapatkan di tingkat desa apakah tetap di lokasi sekarang atau dialihkan,” jelasnya.

Meski demikian, Disperkim memastikan penanganan tidak akan berlarut-larut. Proses administrasi tengah dipersiapkan agar pembangunan bisa segera dimulai dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa segera diselesaikan. Kami sudah komunikasikan dengan kepala desa untuk menyiapkan administrasi, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai ada tindakan di lapangan,” pungkasnya.