RAGAM BAHASA-Nama Raden Ajeng Kartini tetap dikenang sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Pemikiran dan perjuangannya dalam memperjuangkan pendidikan serta kesetaraan hak bagi perempuan masih relevan hingga saat ini. Tak hanya melalui gagasan, jejak peninggalannya juga masih dapat ditemukan di berbagai tempat.
Berikut sejumlah peninggalan Kartini yang masih ada hingga sekarang:
1. Museum R.A. Kartini Jepara
Museum ini terletak di utara Alun-Alun Jepara dan menjadi salah satu pusat wisata sejarah penting. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi seperti foto keluarga, surat-surat Kartini, hingga benda pribadi seperti mesin jahit dan alat membatik. Museum ini juga menyimpan peninggalan kakaknya, R.M.P. Sosrokartono.
2. Museum R.A. Kartini Rembang
Berlokasi di bekas rumah dinas suaminya, museum ini menyimpan berbagai benda yang digunakan Kartini semasa hidup, seperti ranjang besi, meja makan, hingga koleksi buku. Tempat ini memberikan gambaran kehidupan Kartini setelah menikah.
3. Pendopo Kabupaten Jepara
Pendopo ini menjadi saksi masa kecil Kartini. Di tempat inilah ia menjalani masa pingitan, sekaligus mulai mengembangkan pemikiran kritisnya tentang pendidikan dan peran perempuan.
4. Monumen Ari-Ari Kartini
Monumen ini menandai lokasi dikuburnya ari-ari Kartini saat lahir. Bentuknya yang menyerupai bunga teratai melambangkan kesucian dan harapan.
5. Makam R.A. Kartini
Kartini wafat pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Makamnya di Rembang hingga kini menjadi tempat ziarah, terutama saat peringatan Hari Kartini setiap 21 April.
6. Pantai Kartini
Pantai ini menjadi salah satu ikon wisata Jepara. Nama Kartini diabadikan karena tempat ini diyakini memiliki kenangan masa kecil sang pahlawan.
7. Lagu “Ibu Kita Kartini”
Lagu ini diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan selalu dinyanyikan saat peringatan Hari Kartini. Liriknya menggambarkan jasa Kartini bagi bangsa.
8. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”
Buku ini berisi kumpulan surat Kartini kepada sahabatnya di Belanda. Isinya memuat gagasan tentang pendidikan, kebebasan perempuan, dan kritik sosial yang masih relevan hingga kini.
Jejak peninggalan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti pada masanya. Nilai-nilai yang ia perjuangkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam mewujudkan kesetaraan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.
(NAUVAL)
