RAGAM BAHASA-Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan wisata alam yang berkaitan dengan aliran sungai di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 3 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BBTNGGP pada Sabtu (3/5/2026), sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang masih melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Pihak pengelola menjelaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat meningkatnya debit air sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai dapat memicu situasi darurat sewaktu-waktu.

Dalam keterangannya, BBTNGGP menegaskan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Wisata alam diharapkan tetap memberikan pengalaman menyenangkan, bukan justru menimbulkan ancaman bagi wisatawan.

Seiring dengan kebijakan ini, seluruh petugas di wilayah kerja yang memiliki aliran sungai diminta untuk meningkatkan pengawasan. Mereka juga diinstruksikan untuk memastikan area sekitar sungai, khususnya yang berada di dekat lokasi perkemahan dan destinasi wisata, dalam kondisi aman dan steril dari aktivitas pengunjung.

Selain itu, wisatawan serta para pegiat kegiatan alam terbuka diimbau agar lebih waspada saat berada di kawasan TNGGP, terutama di sekitar aliran air. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keselamatan bersama.

BBTNGGP juga mengajak seluruh pihak untuk bersabar hingga kondisi kembali normal, sehingga keindahan alam di kawasan tersebut dapat kembali dinikmati dengan aman.

(EGOL)