RAGAM BAHASA– Setelah sukses melakukan comeback dan kembali tampil dengan nama Peterpan di Indonesia tahun lalu, band yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti Mungkin Nanti, Ada Apa Denganmu, dan Kukatakan Dengan Indah itu kini memperluas jangkauan konsernya ke Malaysia dan Singapura. Kehadiran mereka di dua negara tersebut menjadi momen spesial karena menandai kembalinya Peterpan ke panggung internasional setelah 18 tahun.

Antusiasme penggemar di Malaysia dan Singapura disebut sangat tinggi. Tiket konser yang diumumkan beberapa waktu lalu mendapat respons positif dari para penikmat musik yang tumbuh bersama karya-karya Peterpan pada era 2000-an.

Pengamat musik dari Institut Musik Nusantara, Rizky Pratama, menilai kembalinya Peterpan ke luar negeri menunjukkan bahwa karya mereka masih memiliki daya tarik kuat lintas generasi.

“Fenomena Peterpan bukan sekadar reuni sebuah band. Ini adalah peristiwa budaya populer yang menghubungkan kenangan masa lalu dengan audiens masa kini. Lagu-lagu mereka masih relevan dan terus didengar oleh generasi baru melalui platform digital,” kata Rizky saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang memiliki ikatan emosional kuat dengan musik Indonesia, khususnya karya-karya Peterpan yang sempat mendominasi tangga lagu di kawasan Asia Tenggara.

“Pada awal 2000-an, Peterpan adalah salah satu grup musik Indonesia yang paling populer di kedua negara tersebut. Wajar jika setelah 18 tahun, kerinduan penggemar sangat besar dan konser ini mendapat sambutan luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat industri hiburan Dewi Anggraini menilai langkah membawa konser ke luar negeri merupakan strategi yang tepat untuk memperluas kembali eksistensi merek Peterpan.

“IP Peterpan memiliki nilai komersial yang sangat kuat. Ketika mereka berhasil membangkitkan nostalgia di Indonesia, langkah berikutnya yang logis adalah menyapa basis penggemar di negara-negara yang dulu menjadi pasar utama mereka,” tutur Dewi.

Ia menambahkan bahwa tren konser nostalgia saat ini sedang berkembang pesat di Asia Tenggara. Menurutnya, Peterpan memiliki modal besar karena katalog lagu mereka masih dikenal luas.

“Ini bukan hanya soal konser, tetapi juga bagaimana sebuah warisan musik Indonesia tetap hidup dan mampu menciptakan pengalaman emosional bagi penggemarnya di berbagai negara,” katanya.

Konser Peterpan di Malaysia dan Singapura diharapkan menjadi salah satu pertunjukan musik Indonesia yang paling dinantikan tahun ini. Selain menjadi ajang reuni dengan penggemar lama, konser tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menyaksikan secara langsung band yang pernah menjadi ikon musik Tanah Air tersebut.

(FIKRI)