RAGAM BAHASA– Insiden ledakan yang terjadi di lokasi proyek galian di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6), diduga dipicu oleh alat pengebor yang mengenai kabel listrik PLN bertegangan tinggi yang berada di bawah tanah. Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi saat pekerja tengah melakukan pengecekan dan pengeboran untuk proyek perbaikan jaringan pipa air bersih. Saat proses berlangsung, alat pengebor diduga menyentuh kabel listrik bawah tanah sehingga memicu ledakan. Polisi menghentikan sementara pekerjaan proyek guna kepentingan penyelidikan.

Menanggapi peristiwa tersebut, pengamat keselamatan konstruksi dari Institut Teknologi Indonesia (ITI), Dr. Budi Santoso, menilai insiden itu menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaksana proyek infrastruktur di perkotaan.

“Setiap pekerjaan galian harus didahului pemetaan utilitas bawah tanah secara menyeluruh. Jika data lokasi kabel listrik, pipa gas, atau jaringan telekomunikasi tidak akurat, risiko kecelakaan kerja akan sangat tinggi,” ujar Budi saat dihubungi, Selasa (9/6).

Menurutnya, koordinasi antara kontraktor, pemerintah daerah, dan pemilik utilitas harus diperkuat agar pekerjaan konstruksi tidak membahayakan pekerja maupun masyarakat sekitar.

“Teknologi pendeteksi utilitas bawah tanah sebenarnya sudah tersedia. Yang perlu ditingkatkan adalah penerapan standar keselamatan dan verifikasi lapangan sebelum pengeboran dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Keselamatan Infrastruktur Indonesia, Rina Wulandari, meminta seluruh proyek galian di wilayah padat penduduk melakukan evaluasi prosedur kerja pascakejadian tersebut.

“Insiden ini menunjukkan pentingnya audit keselamatan sebelum proyek dimulai. Tidak cukup hanya mengandalkan gambar teknis lama, tetapi harus ada pengecekan aktual di lapangan menggunakan alat deteksi yang memadai,” ujar Rina.

Ia juga berharap investigasi yang dilakukan aparat dapat mengungkap secara rinci penyebab ledakan sehingga menjadi bahan evaluasi bagi proyek-proyek serupa di masa mendatang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan keterangan dari para pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.

(FIKRI)