RAGAM BAHASA-Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan roda dua terjadi di kawasan Benteng Brunei, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.33 WIB. Dua perempuan yang tengah mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan setelah tertabrak Kereta Api Pangrango yang melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintasi jalur rel melalui akses perlintasan tidak resmi yang berada di wilayah Kampung Benteng Brunei. Kereta yang terlibat diketahui merupakan KA Pangrango 225A relasi Sukabumi–Bogor.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 sebelum kereta memasuki lokasi kejadian. Namun, kendaraan roda dua yang digunakan korban masih berada di area rel hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.
“Kami menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. KAI juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Tak lama setelah kejadian, petugas KAI bersama aparat dan warga sekitar melakukan pengamanan lokasi serta memastikan jalur kereta tetap aman untuk dilalui. Kedua korban kemudian dievakuasi menuju RS Assyifa Sukabumi guna mendapatkan perawatan medis.
Meski terjadi insiden di perlintasan tersebut, operasional perjalanan kereta api tidak mengalami gangguan. KAI memastikan seluruh perjalanan kereta tetap berjalan sesuai jadwal tanpa adanya keterlambatan akibat kecelakaan tersebut.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur kereta api.
Pengguna jalan diminta untuk berhenti sejenak, memperhatikan kondisi di kedua arah, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberangi rel.
Menurut Franoto, keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kepatuhan dan kewaspadaan pengguna jalan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru saat melintas dan selalu mematuhi rambu-rambu yang telah tersedia demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dan waspada saat melintasi rel kereta api. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
(EGOL)
