RAGAM BAHASA– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus meningkatkan langkah pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) menyusul tingginya jumlah kasus yang teridentifikasi sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun ini, jumlah warga yang terdata menderita TBC mencapai sekitar 1.400 orang.

Data tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan TBC yang melibatkan Dinkes Kota Sukabumi, Kementerian Kesehatan, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan karena sifat penyakitnya yang mudah menular dan membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Menurutnya, keberhasilan program pengendalian TBC tidak hanya dilihat dari banyaknya kasus yang berhasil ditemukan, tetapi juga dari kemampuan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Temuan kasus yang tinggi menunjukkan proses pelacakan berjalan dengan baik. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap pasien menyelesaikan pengobatan sesuai ketentuan agar peluang sembuh semakin besar dan risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya.

Dinkes mencatat tingkat keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2025 masih berada di kisaran 76 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Karena itu, pengawasan terhadap pasien yang menjalani terapi akan diperkuat. Setiap kasus pasien yang berhenti berobat sebelum waktunya akan menjadi perhatian khusus agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.

Selain itu, berbagai strategi percepatan penanganan TBC juga terus didorong, mulai dari edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dan pencegahan penyakit, pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan penderita, hingga penguatan layanan diagnosis dan pengobatan di fasilitas kesehatan.

Dinkes Kota Sukabumi menargetkan semakin banyak kasus yang dapat ditemukan lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis. Langkah ini diharapkan mampu menekan laju penularan sekaligus meningkatkan angka kesembuhan penderita TBC di Kota Sukabumi.

Melalui kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pengendalian TBC diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga target eliminasi penyakit tersebut dapat tercapai secara bertahap.

(EGOL)