RAGAM BAHASA – Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat sebagai gunung api dengan aktivitas vulkanik tertinggi di Indonesia sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni 2026. Data pemantauan menunjukkan sebanyak 1.263 kali letusan terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Aktivitas vulkanik Semeru masih didominasi oleh erupsi kecil hingga sedang yang menghasilkan kolom abu vulkanik dari kawah puncak. Fenomena tersebut terlihat saat masyarakat di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, melaksanakan tradisi Grebeg Suro pada Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data pemantauan kegunungapian yang dirilis melalui sistem informasi MAGMA Indonesia, jumlah letusan Gunung Semeru jauh melampaui gunung api aktif lainnya di Tanah Air. Posisi kedua ditempati Gunung Ibu di Maluku Utara dengan 930 kali letusan, sedangkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur mencatat 215 kali letusan.

Tingginya frekuensi erupsi menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih berada dalam fase aktivitas vulkanik yang berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Meski sebagian besar letusan berskala kecil, masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu, awan panas guguran, maupun aliran lahar saat musim hujan.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta menjadi salah satu gunung api paling aktif yang terus dipantau oleh otoritas vulkanologi Indonesia.

Pemerintah bersama petugas pemantauan gunung api terus melakukan pengawasan intensif terhadap perkembangan aktivitas Semeru guna memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung.

(NOVAL)