RAGAM BAHASA – Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan objek wisata Curug Larangan, Kampung Cisaar, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026).

Korban diketahui berinisial DS (31), warga Kampung Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa usai sempat hilang saat bermain air bersama rekan-rekannya di area curug.

Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama sejumlah temannya tiba di lokasi wisata sekitar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan mobil pikap. Setelah memarkir kendaraan, rombongan kemudian masuk ke kawasan Curug Larangan dan beraktivitas di sekitar air terjun.

Sekitar pukul 14.20 WIB, rekan-rekan korban mulai menyadari DS sudah tidak terlihat bersama mereka. Mereka pun berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan.

Karena pencarian awal tidak membuahkan hasil, sekitar pukul 15.00 WIB kejadian tersebut dilaporkan kepada pengelola wisata. Mendapat laporan itu, pengelola bersama warga dan petugas langsung melakukan pencarian di sekitar area curug.

Setelah sekitar satu jam pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.00 WIB di dasar pusaran air Curug Larangan dengan kedalaman kurang lebih lima meter. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan sudah meninggal dunia.

“Korban ditemukan di dasar pusaran air dengan kedalaman sekitar lima meter dalam kondisi meninggal dunia,” ujar AKP Deni.

Dari hasil pemeriksaan awal serta keterangan sejumlah saksi, korban diduga mengalami kram saat berada di area pusaran air. Kondisi itu diduga membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan kendaraan milik rekan korban untuk selanjutnya dimakamkan pihak keluarga.

Dalam penanganan kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, membantu proses pencarian dan evakuasi, hingga menghimpun keterangan saksi untuk kepentingan laporan kejadian.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, pengelola wisata, warga, dan seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata di kawasan alam, terutama di lokasi yang memiliki arus deras, cekungan air dalam, maupun pusaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

(EGOL)